Review Rise of the Ronin — Dunia Samurai dengan Bumbu Soulslike

Sedang Trending 2 tahun yang lalu 76

Rise of the Ronin, itulah tajuk yang diberikan Team Ninja untuk game terbarunya. Game ini merupakan judul yang cukup dinanti-nantikan oleh para gamer. Ia ialah salah satu game dengan mekanisme gameplay serta tema unik dengan mengangkat sejarah Jepang.

Selain cerita yang menarik untuk diikuti, game ini mempunyai mekanisme pertarungan cukup unik dari game-game lainnya. Dan kali ini, penulis mau membagikan pengalaman bermain lewat poin-poin review Rise of the Ronin.

Review Rise of the Ronin
Review Rise Of The Ronin Tampilan utama dalam game

Pada kesempatan kali ini, kami akan memberikan review Rise of the Ronin yang akan dirilis tanggal 22 Maret 2024 eksklusif di PS5. Sebelum itu, pertama–tama kami mengucapkan terima kasih kepada Sony Interactive Entertainment yang telah memberikan kesempatan mencoba game ini.

Review ini dibuat berdasarkan pengalaman pribadi penulis selama memainkan game. Bagi kalian yang belum memainkannya tak perlu khawatir, karena review higienis akan spoiler mulai dari isi cerita hingga plot twist. Biar nggak penasaran lagi, yuk kita mulai pembahasan game Rise of the Ronin!

Story
Review Rise Of The RoninDua bocah yang memperkuat hidup di periode Bakumatsu

Rise of the Ronin mengambil periode Bakumatsu, tahun-tahun akhir dari era Edo di mana perselisihan politik antara Timur dan Barat menjadi konsentrasi utama game.

Kisah dimulai saat kedua bocah selamat dari ancaman pembunuhan massal berkat donasi Bladesmith, seorang Samurai dengan kemampuan pedang luar biasa. Keduanya melarikan diri dari sebuah desa dan tumbuh kembang bersama.

Selama masa itu, kedua bocah dibekali ilmu pedang oleh Bladesmith, yang mana menjadi “Sang Tuan” hingga mereka beranjak dewasa. Kemampuan mereka inilah yang akhirnya dijuluki sebagai “Blade Twin” atau partner berpedang.

Sebuah insiden tak terbayangkan menimpa Blade Twin hingga salah satu dari mereka terpisah. Ketika berjumpa kembali, Bladesmith mengamuk karena mereka telah melanggar janji sebagai Blade Twin, dan misi yang selesai dikerjakan saat itu dianggap kegagalan yang cukup fatal.

Selain cerita yang rich, pemain juga akan disuguhkan dengan berbagai pilihan percakapan alias multi-choice system, dan pilihanmu akan sangat mempengaruhi akhir dari cerita dalam game nantinya.

Gameplay
Review Rise Of The RoninKustomisasi dua karakter

Untuk gameplay-nya sendiri, Rise of the Ronin mempunyai tiga tingkat kesulitan, adalah Dusk (Easy), Dawn (Medium), dan Twilight (Hard).

Game ini cukup kental dengan elemen ARPG. Kustomisasi watak ialah hal pertama yang dapat dirasakan pemain. Pada awal game, pemeran akan diajak membikin watak sesuai dengan keinginan masing-masing.

Sebagai Blade Twin, pemeran dapat memilih wajah, warna kulit, tinggi badan, gaya siaga, suara, serta pakaian yang dikenakan kedua karakter, bagus diatur secara manual maupun default dari game.

Lalu, pemeran juga dapat memilih tipe bela diri pedang apa yang sesuai dengan playstyle Blade Twin, seperti Killer, Breaker, Seducer, Sapper, bahkan pemeran dapat memilih tak bersenjata sama sekali kalau mau lebih menantang.

Pada awal game, anda dapat bertarung bersama Blade Twin dan menggunakan keduanya secara bergantian. Namun, ada pula saatnya bertarung secara solo dan bertahap menemukan teman-teman yang dapat menjadi partner-mu nanti.

Review Rise Of The RoninElemen Soulslike dengan metode Ki

Berikutnya, Rise of the Ronin adalah game dengan pedang serta sub-weapon untuk bertahan. Pada game ini, pemeran akan disuruh maju, menghindar (dodge), atau mundur dengan sigap agar tak terkena serangan lawan.

Game ini mempunyai fitur Health Bar yang tentunya menjadi fitur dalam tiap game pertarungan. Lalu ada Ki sebagai daya untuk Protagonis melakukan serangan dan juga parry, yang mana Soulslike jadi elemen tambahan dalam game.

Ya, anda tak salah lihat, game ini menjadikan parry sebagai kunci utama dengan nama Counterspark. Fitur ini terletak di atas Health Bar dengan warna biru, dan pemeran harus pandai mengaturnya karena tiap serangan akan menghabiskan beberapa bar.

Jika itu habis, karaktermu dapat kelelahan dan musuh dapat dengan mudah menghabisimu. Inilah yang membikin pemeran harus menjaga jarak dari musuh agar dapat mengisi Ki hingga penuh kembali.

Selesai bertarung, pemeran akan mendapat Skill Point. Beberapa skill dari STR, DEX, INT, dan CHR disuguhkan untuk meningkatkan kemampuan karakter. Hal ini mencakup kemampuan bertarung 1v1, berkelompok, stealth, menebalkan HP, Ki, dan tetap banyak lagi.

Review Rise Of The RoninLonghouse bukan sekedar “tempat rehat”

Protagonis juga dapat kelelahan setelah melewati perjalanan yang menyantap waktu. Untuk itu, Rise of the Ronin memberikan fitur “Longhouse” di tiap kota kunjungan. Pada fitur ini, pemeran dapat beristirahat, mengobrol dengan allies, atau mendekorasi tempat tinggal agar ayu untuk dilihat.

Selain tempat beristirahat, Longhouse juga dapat menjadi media memperkuat hubungan allies yang dapat ditemukan di tiap kota dengan sistem Bond. Akan ada macam - macam misi untuk meningkatkan level, mencari item, atau co-op di mana anda dapat bermain dengan allies atau bersama 1 hingga 3 orang kawan online dengan sistem invite untuk menuntaskan misi.

Selain itu, ada Grappling Hook yang membikin pemeran dapat berpindah-pindah di atas gedung. Sayangnya, titik Grappling Hook tersebut cukup terbatas di beberapa tempat. Lainnya, pemeran juga dapat menunggangi kuda untuk mempercepat perjalanan dari letak satu ke letak lainnya.

Map
Review Rise Of The RoninOpen-world map dengan macam - macam fitur menarik

Game ini kurang komplit rasanya kalau belum membahas map. Map yang tersedia berjenis open world dan cukup luas untuk dieksplorasi.

Setelah sukses selesaikan misi, akan ada tanda bernama Veiled Edge Banner sebagai checkpoint. Pada beberapa banner, pemeran dapat mengatur equipment, allies yang dibawa, memenuhkan kembali HP yang terkuras di pertarungan sebelumnya, juga menjadi media untuk berteleportasi dari satu tempat ke tempat lain.

Beragam fitur lain seperti Shrine, Horse, dan lainnya dapat ditemukan di dalam game. Beberapa side quest di map dapat membikin pemeran dapat berjumpa watak baru dan belajar skill baru untuk menguatkan karakter.

Lalu ada fitur Cat, yang membikin pemeran dapat mengoleksi macam - macam jenis Kucing di dalam game. Kucing Calico adalah salah satu yang sangat peka dengan keberadaan kita, dan langkah menangkapnya pun harus secara diam-diam agar tak kabur dari pandangan.

Graphic
Review Rise Of The RoninVisualisasi suasana Jepang lama yang keren

Visualisasi yang ditampilkan dalam Rise of the Ronin dapat diacungi jempol. Baik cutscene cerita utama, cutscene kecil maupun gameplay, kualitas grafis game buatan Team Ninja ini konsisten dan epik. Bahkan tampilan menu utama game memberikan suasana Jepang era Bakutatsu yang gelap dan penuh penderitaan.

Lewat game ini, kalian dapat memandang pemandangan tiap pedesaan, gunung, atau laut yang bagus serta beberapa penduduk lokal di jalanan. Ini tentunya dapat pemeran abadikan lewat Photo Mode.

Rise of the Ronin telah menghadirkan kualitas grafis yang telah mencapai 60 FPS di platform PS5. Dengan kualitas pemandangan ini, kalian dapat mengambil berbagai momen menarik dan epik ketika bermain dengan berbagai opsi untuk dapat memperbagus foto yang kalian ambil nantinya.

Sayangnya movement dalam game terlihat kurang smooth. Hal ini tampak saat watak mengganti senjata atau beberapa pergerakan NPC yang terasa kurang alami untuk dilihat.

Music

Musik atau soundtrack dalam Rise of the Ronin memang kental dengan nuansa oriental Jepang. Musik yang disajikan punya atmosfir tersendiri ketika permainan berlangsung, dan ini menjadi karakteristik khas dalam game buatan Team Ninja.

Pada awal game, kalian akan disuguhkan dengan alunan kecapi yang terkesan misterius sekaligus gelap. Lalu saat menjalankan cerita utama, musik yang diputar akan terdengar sendu namun penuh ketegangan. Ketika battle, musik tiba-tiba berputar kencang dengan instrumen sigap seakan meningkatkan adrenalin pemain.

Naik turunnya tiap lagu membikin penulis dapat merasakan suasana atau atmosfir yang disajikan, bagus itu ketegangan, kesedihan, amarah, pilu, dan lainnya. Bagi penulis sendiri, Team Ninja sukses dapat merealisasikan hal tersebut ke dalam Rise of the Ronin.

Kesimpulan
Review Rise Of The RoninLika-liku kompleks kehidupan Ronin yang penuh konflik

Rise of the Ronin menjadi proyek yang cukup ambisius dari Team Ninja untuk membangkitkan rasa penasaran para gamer.

Game ini juga mempunyai hal tak terduga bagus dari cerita maupun konten yang disuguhkan, dan nyaris semuanya dapat memberikan kesan menegangkan, penuh kejutan, kesenangan, kesedihan, dan bisa meningkatkan adrenalin pemain.

Akhir kata, kami mau merekomendasikan Rise of the Ronin untuk para gamer yang mau mencoba ARPG–Soulslike ala Samurai, serta yang mau mencicipi game ini sebagai pilihan untuk pengalaman seru yang belum pernah anda rasakan sebelumnya.

RISE OF THE RONIN

Rise of the Ronin memberikan pengalaman seru ala Ronin Jepang dengan elemen ARPG dibalut Soulslike, multi-choice system, serta sistem Open World dengan beraneka misi yang dapat dieksplorasi oleh para pemain.

PROS

Kustomisasi watak sesuka pemain.

Jalan cerita yang seru, kompleks, dan penuh kejutan menarik.

Unsur Soulslike yang kental dengan mekanisme yang cukup mudah dipahami.

Side quest yang ramai, fitur Cat, dan map luas.

CONS

Beberapa momen visualisasi di game kurang smooth dan pergerakan tampak kurang natural.

Terbatasnya Grappling Hook di tiap tempat membikin watak sedikit susah mencari persembunyian agar tak ketahuan musuh.

Itulah review Rise of the Ronin berdasarkan pengalaman penulis setelah memainkannya sebelum perilisan resmi. Apakah anda siap memainkan game ini ketika sudah diluncurkan nanti, Brott?

Baca juga informasi menarik Gamebrott lainnya terkait Game Review atau artikel lainnya dari Nadia Haudina. For further information and other inquiries, you can contact us via author@gamebrott.com.