Review Life is Strange Double Exposure — Max Caulfield Kembali dengan Misteri Baru!

Sedang Trending 1 tahun yang lalu 56

Life is Strange Double Exposure, tajuk utama yang diberikan Deck Nine terhadap game baru mereka. Kemunculan game ini mendapat antusiasme dari para gamer, khususnya penggemar yang telah mengikuti seri sebelumnya. 

Dengan mekanisme gameplay ala interactive movie, pemain akan kembali berperan sebagai Max Caulfield, salah satu watak ikonik dalam waralabanya. Dan kali ini, penulis mau membagikan pengalaman bermain lewat poin-poin dalam review Life is Strange Double Exposure.

Review Life is Strange Double Exposure
Review Life Is Strange Double ExposureTampilan menu utama dalam game

Kali ini, Gamebrott akan suguhkan review Life is Strange Double Exposure yang telah rilis tanggal 30 Oktober 2024 di PS5, Xbox Series X/S, Nintendo Switch, dan PC. Sebelum itu, pertama-tama Gamebrott mengucapkan terima kasih kepada Deck Nine dan Bandai Namco yang telah memberi kesempatan mencoba game ini.

Story
StoryKisah sahabat dengan kematian misterius

Awal cerita dimulai dengan Safi membantu Max mengambil beberapa foto sebagai tugas fotografi. Setelahnya, mereka berjumpa dengan Moses dan bersantai di atap kampus Caledon memandang bintang jatuh, bernostalgia, dan bercerita hal baru karena ketiganya sudah beranjak dewasa dan berkuliah.

Semuanya terasa baik-baik saja, hingga akhirnya Safi harus pergi karena urusan krusial dan keluar dari gedung, disusul Max setelahnya yang mau pulang dan beristirahat. Saat dalam perjalanan, sebuah kejanggalan membikin Max tiba-tiba mendengar bunyi “aneh”. Khawatir, ia akhirnya menyusul Safi.

Yang dikhawatirkan pun terjadi. Max terkejut menemukan Safi sudah dalam keadaan tak bernyawa. Keadaan itu akhirnya memicu kekuatan Max kembali dan mencari tahu apa penyebab kematian sahabatnya tersebut.

Gameplay
GameplayInteraksi dengan konsekuensi di dua dunia

Jika di seri pertama dapat memundurkan waktu, kini Max punya kekuatan dapat berpindah dimensi di Double Exposure. Kamu sebagai Max dapat memaksimalkan ini untuk mencari petunjuk bagaimana Safi ditemukan dalam keadaan meninggal kala itu.

Berbeda dari pendahulunya, Life is Strange Double Exposure dibagi menjadi dua dunia, Dead World dan Living World. Ini dibedakan dengan warna biru kelam di Dead World dan oranye di Living World. Kedua bumi ini tercipta setelah kematian Safi serta kembalinya kekuatan Max yang tak pernah digunakan lagi.

Pada seluruh tempat di universitas, ada beberapa tempat agar anda dapat berpindah dari bumi satu ke bumi lain. Ini ditandai dengan kumpulan sinar yang disebut “Shift”. Lalu ada pula “Pulse”, alias Max dapat memandang hal dalam bumi satunya yang buatnya dapat menguping pembicaraan, mengawasi lokasi, atau mengikuti ke mana perginya watak lain saat itu.

GameplayPulse, kemampuan memandang hal dalam dimensi lain

Menariknya, setiap watak yang ditemui Max punya latar belakang dan permasalahan masing-masing, bagus di dalam maupun di luar penyelidikan. Nantinya, pemeran perlahan-lahan akan menemukan benang merah bagaimana peristiwa tersebut dapat terjadi, dan anda akan menemukan beberapa hal “tak terduga” ketika memainkan gamenya.

Dari sinilah anda dapat menggali lebih dalam lagi petunjuk soal kematian Safi. Mulai dari berinteraksi dengan watak lain, mencari objek hilang, memfoto objek/momen sebagai tanda keberadaan Max di sana, memecahkan puzzle, dan tentunya multi-choice system atau pilihan dialog/aksi pada momen tertentu.

Hampir sama dengan pendahulunya, apapun pilihan yang pemeran ambil akan sangat berpengaruh pada jalan cerita maupun ending game. Ini ditentukan dari berapa persen kesempatan pilihan kita setelah menyelesaikan tiap chapter. Lalu, ada pula fitur baru Chat dan CrossTalk, media sosial di game yang buatmu dapat memantau update terkini tiap karakter.

Fitur ini akan lanjut mengupdate isi pesan, status, dan lainnya setiap Max menggunakan kekuatannya, bagus dalam Dead World maupun Living World. Dan beberapanya terkadang dapat menjadi petunjuk yang cukup bermanfaat selama kita melakukan penyelidikan.

Graphic
GraphicPemandangan bagus dengan sentuhan misteri

Untuk visualisasi grafis, penulis dapat memberi dua acungan jempol untuk Life is Strange Double Exposure. Baik cutscene di cerita maupun gameplay yang disuguhkan game buatan Deck Nine ini tampak konsisten saat game berjalan. Tampilan utama game dapat memberikan kita suasana cerah kampus Caledon tapi juga penuh misteri.

Selain itu, kita dapat memandang pemandangan kampus Caledon yang memasuki musim salju. Terdapat pula pemandangan lainnya seperti patung, gedung, hingga waduk yang tampak realistis. Bahkan, embun yang keluar dari mulut hingga jejak kaki watak maupun Max di salju dapat terlihat jelas ketika mereka berjalan.

Ini karena Life is Strange Double Exposure telah hadirkan kualitas grafis yang sudah mencapai 60 FPS (mode perform) di platform PS5. Dengan kualitas grafis ini, pemeran dapat mengambil berbagai momen menarik dan epik saat bermain dengan fitur Snapshot game untuk memperbagus foto yang telah kalian ambil.

Music
MusicRehat sejenak sembari nikmati musik pelan dan merdu

Musik atau soundtrack dalam Life is Strange Double Exposure juga patut diacungi jempol. Musik yang disuguhkan kental dengan Lo-fi yang menenangkan pikiran, cocok untuk rehat sejenak sebelum memulai cerita kembali .

Saat cerita berjalan, meski terdengar sendu, musik yang disajikan terkadang menambah esensi tersendiri, dan instrumen yang dimainkan beberapa kali suka meningkatkan adrenalin penulis saat memandang beberapa aktivitas atau adegan.

Naik turunnya alunan lagu membikin penulis dapat merasakan suasana yang digambarkan, bagus itu ketegangan, kesedihan, amarah, pilu, penyesalan, dan lainnya. Bagi penulis sendiri, Deck Nine dapat merealisasikan hal itu ke dalam Life is Strange Double Exposure.

Kelebihan dan Kekurangan
Kelebihan Dan KekuranganBerinteraksi sembari memecahkan misteri

Walau terlihat sempurna, game Life is Strange tentunya punya kelebihan dan kekurangan di mata penulis. Setiap unsur tersebut cukup mempengaruhi pengalaman penulis saat mencoba gamenya.

Soal kelebihan, hal pertama yang penulis rasakan ada di narasi cerita. Awalnya seluruh terasa biasa saja, hingga akhirnya muncul ragam “kejadian unik” yang lakukan penulis “mindblowing” saat temukan petunjuk baru. Penggambaran cerita juga dikemas dengan smooth, hingga tak terasa kita sudah berada di penghujung chapter dan tertarik mau mengulik lebih dalam.

Kelebihan Dan KekuranganVisualisasi tiap watak yang ekspresif

Kedua terletak pada ekspresi tiap karakter. Jika seri sebelumnya terlihat agak kaku, Double Exposure tampak ekspresif. Kita dapat tahu bagaimana setiap watak menampakkan mood masing-masing berdasarkan pilihan dialog, bagus ketika sedang senang, sedih, marah, galau, hingga nada bunyi yang naik-turun sebagai pendukung penting.

Meski begitu, penulis juga temukan kelemahan game ini. Mencari petunjuk, berarti Max akan berjumpa dengan orang-orang baru. Karena lanjut berpindah dimensi, Double Exposure seperti kurang memberi kesempatan Max menjalin hubungan lebih dalam ke orang yang ia temui, dan konsentrasi kita hanya tertuju ke Safi sepanjang permainan.

Lalu, beberapa watak yang terlibat tampak tak terlalu dikulik lebih dalam di ceritanya, dan beberapa terkesan sebagai “sampingan”, dan menurut penulis tanpa ada mereka pun cerita tetap melangkah seperti biasa.

Kesimpulan
KesimpulanDaya tarik tersendiri untuk penggemar lama dan baru

Life is Strange Double Exposure adalah salah satu proyek yang memukau dari Deck Nine. Menurut penulis, pembawaan narasi dan mekanik game tampak jadi salah satu daya tarik unik, terutama bagi yang mau mendalami cerita waralaba Life is Strange.

Meski terdapat kelebihan dan kekurangan, akhir kata kami merekomendasikan Life is Strange Double Exposure untuk para gamer yang mau mencoba genre interactive movie, serta yang mau mencicipi gamenya dengan tantangan konsekuensi tertentu berdasarkan aktivitas yang mereka pilih.

Life is Strange Double Exposure

Life is Strange Double Exposure memberi pengalaman seru bumi kampus nan penuh misteri dengan elemen interactive movie, multi-choice system, serta single-player dengan berbagai puzzle dan konsekuensi terhadap pilihan yang diambil.

PROS

Penggambaran narasi cerita dengan banyak hal “diluar nalar” dan penuh misteri.

Visualisasi paras tiap watak yang ekspresif, membikin kita tahu apa yang sedang mereka rasakan.

CONS

Kurangnya kesempatan menjalin hubungan lebih dalam ke tiap karakter, beberapa terkesan seperti peran sampingan.

Fokus hanya tertuju ke misi utama saja, mempersempit Max untuk mengeksplorasi suatu tempat lebih jauh.

Itulah review singkat Life is Strange Double Exposure berdasarkan pengalaman penulis. Apakah anda tertarik mau memainkan game satu ini, Brott? Berikan komentarmu, ya!

Baca juga informasi menarik Gamebrott lainnya terkait Game Review atau artikel lainnya dari Nadia Haudina. For further information and other inquiries, you can contact us via author@gamebrott.com.