Review Dragon’s Dogma 2 – Game RPG yang Luar Biasa dan Lebih Baik dari Sebelumnya

Sedang Trending 2 tahun yang lalu 87

Review Dragon’s Dogma 2 – Pada 22 Maret 2024, Gamer akhirnya dapat memainkan game terbaru dari seri Dragon’s Dogma, adalah Dragon’s Dogma 2. Game yang dibuat oleh tim developer Capcom ini menghadirkan keseruan yang sama dengan game pertamanya dimana Player ditakdrkan sebagai Arisen dalam upaya menyelamatkan bumi dari ancaman naga berbahaya.

Dragon’s Dogma 2 menjanjikan banyak hal kepada Gamer, mulai dari fitur baru tiba peningkatan dari segi kualitas cerita maupun gameplay. Dan janji tersebut benar-benar ditepati oleh developer Capcom ketika kalian memainkan game ini.

Pada kesempatan kali, saya akan memberikan pengalaman saya bermain Dragon’s Dogma 2 melalui artikel review kali ini. Artikel review Dragon’s Dogma 2 dibuat berdasarkan pengalaman pribadi yang telah saya rasakan ketika memainkannya di konsol PS5. Dan pengalaman tersebut nantinya akan kalian rasakan sendiri ketika bermain game terbaru Dragon’s Dogma 2.

Review Dragon’s Dogma 2
Review Dragon's Dogma 2Review Dragon’s Dogma 2
Story
Story Dragon's Dogma 2Story

Dragon’s Dogma 2 menceritakan seorang yang mendapatkan takdir sebagai Arisen, sosok pahlawan yang telah ditandai oleh naga legendaris dimana naga tersebut harus dikalahkan agar bumi dapat diselamatkan dari ancaman keberadaan mereka.

Arisen akan berpetualang bersama dengan rekan bernama Pawn yang dapat ditemukan di berbagai lokasi. Bersama mereka akan berpetualang mengalahkan sang naga, membantu dan menyelamatkan orang-orang.

Namun petualangan tersebut tak semudah yang diharapkan. Selama berpetualang, Arisen dan juga para Pawn akan menghadapi berbagai macam konflik politik antara 2 kerajaan dimana kerajaan tersebut mempunyai rencana dibalik layar dan berkaitan dengan takdir Arisen dalam menyelamatkan bumi dan mengalahkan sang naga.

Apakah Arisen bersama Pawn-nya dapat menyelamatkan bumi dan mengalahkan sang naga? Itu seluruh bergantung pada petualangan yang akan kalian jalani sebagai Player. Membantu orang-orang dan keputusan yang diambil dapat mempengaruhi akhir cerita.

Cerita yang Lebih Imersif dari Game Sebelumnya
Story Dragon's Dogma 2Cerita lebih imersif dari game sebelumnya

Cerita yang dihadirkan Dragon’s Dogma 2 ini hadir lebih padat dari game pertamanya. Yang paling mencolok ialah dihadirkannya konflik politik dari 2 kerajaan yang terjadi di waktu bersamaan ketika Arisen telah diutus sebagai pahlawan dalam menyelamatkan dunia.

Sekilas konflik politik tersebut memang terasa membosankan dan tipikal ala orang-orang kerajaan yang berjuang mengambil keuntungan mereka sendiri dan memanfaatkan kehadiran Arisen. Namun rupanya keterlibatan konflik tersebut berpengaruh besar pada Arisen (dalam hal ini Player) dalam upaya menjalankan tugasnya yang kemudian diikuti dengan jalan cerita panjang sebagai cerita utamanya.

Diluar dari Main Story, cerita yang dimiliki oleh beberapa NPC juga saling terkait satu sama lain. Ada watak yang berjuang membantu Arisen dalam upaya menghentikan konflik kerajaan, ada yang mau mendapatkan kebebasan dari tugasnya, dan ada juga yang NPC yang terlihat biasa saja namun mempunyai lore yang dalam.

Berbicara mengenai lore, kalian juga sering mendapatkan berbagai macam informasi random terkait kondisi bumi yang sedang dihadapi saat Arisen telah dipilih. Informasi tersebut dapat berasal dari NPC di kota, Quest yang dijalankan, dan tetap banyak lagi. Sehingga kalian dapat memahami sendiri dengan langkah sendiri ketika berpetualang.

Story Dragon's Dogma 2Beberapa watak NPC mempunyai cerita mereka masing-masing yang bahkan saling terkait dengan cerita utamanya

Seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, Dragon’s Dogma 2 hadir dengan cerita yang lebih padat dari game pertamanya. Bahkan menurut saya pribadi, game ini jauh lebih imersif dari Dragon’s Dogma pertama yang mana game tersebut dapat dibilang plain dan tak se-wah dengan game kedua.

Meskipun begitu, bagus itu Dragon’s Dogma 2 maupun 1 sama-sama mempunyai keunikannya sendiri dalam segi cerita. Tetapi kalau berdasarkan pribadi saya sendiri, saya lebih suka cerita yang ada di Dragon’s Dogma 2.

Gameplay
Gameplay Dragon's Dogma 2Gameplay

Gameplay Dragon’s Dogma 2 hadir dengan banyak sekali fitur baru beserta peningkatan dari sebelumnya. Masih sama dengan game pertamanya, Dragon’s Dogma 2 hadir dengan genre Action RPG dengan turut hadirkan sistem Open World yang luas banget dan seamless nyaris tak ada loading ketika kalian melakukan eksplorasi dari satu tempat ke tempat lain.

Sistem control pun tetap sama dimana kalian akan mempunyai banyak akses control, mulai dari kendali dasar seperti melakukan interaksi, berlari, membawa sesuatu, dan lainnya. Kontrol saat bertarung pun juga tetap sama dimana kalian harus mengeluarkan senjata terlebih dahulu dan mengambil posisi siap bertarung.

Fitur memanjati tubuh monster berukuran raksasa pastinya tetap hadir di game baru Dragon’s Dogma 2. Fitur ini menjadi elemen krusial ketika kalian menghadapi musuh yang mempunyai ukuran besar dan menyerang titik kelemahan mereka dan menghasilkan damage besar ke mereka, seperti mata, kepala, leher, dan lainnya.

Tidak lupa juga dengan Vocation yang merupakan fitur semacam sistem Class yang ada di Dragon’s Dogma 2. Sistem Vocation pada game ini mengalami sedikit perubahan dari game sebelumnya, tetapi tetap hadirkan 3 kategori Class, adalah Basic, Advanced, dan Hybrid.

Kategori Vocation tersebut terdiri dari Class yang mempunyai tugasnya masing-masing, mulai dari frontline, ranged, dan support. Semakin tinggi Vocation yang kalian buka, maka semakin banyak skill yang didapatkan dan juga semakin luwes dalam bertarung terlebih dalam kategori Hybrid maupun Advanced.

Gameplay Dragon's Dogma 2Pemilihan Vocation sangat berpengaruh dalam gaya permainan, terlebih jenis Class yang dibawah para watak Pawn

Untuk fitur gameplay lainnya di Dragon’s Dogma 2, kalian akan temukan banyak sekali hal-hal apa saja yang dapat kalian lakukan. Bahkan beberapa fitur yang ada di game dapat kalian manfaatkan ketika eksplorasi maupun bertarung. Yang paling krusial ketika bermain game ini ialah kalian harus dapat improvisasi dalam berbagai macam situasi.

Misalnya saja ketika kalian menghadapi monster Griffin yang hendak akan terbang dan kabur, kalian dapat memanjati mereka dan naik ke punggungnya. Saat terbang dan melewati sungai dalam, kalian dapat menyerangnya tiba dia stagger atau terbang menukik ke bawah tiba jatuh ke air.

Hal ini membikin Griffin tersebut dapat dikalahkan dengan sangat mudah karena mereka akan tenggelam. Meski kalian juga ikut tenggelam di air dan terkena dampak Brine, namun exp dari mengalahkan Griffin tetap dapat didapatkan. Minusnya bahan material dari monster tersebut tak dapat didapatkan.

Contoh lainnya ketika kalian menghadapi monster Cyclops di tempat tinggi dekat jembatan kayu yang rentan hancur, kalian dapat memanfaatkan environment sekitar. Kalian dapat memancing monster tersebut ke arah jembatan atau tebing tinggi dimana bawahnya ialah jurang.

Monster tersebut niscaya akan selalu mengejar kalian tak peduli kondisi environtment sekeliling sehingga kalian dapat membikin mereka jatuh atau berada dalam posisi susah seperti bergantung di 2 tebing berjuang untuk tak jatuh. Saat hal itu terjadi, kalian dapat menyerangnya secara brutal tiba dia jatuh ke bawah.

Itu beberapa contoh yang mengharuskan Player bermain cerdas dan pandai melakukan improvisasi dalam kondisi apapun terhadap musuh yang mereka hadapi. Belum lagi dengan fungsi-fungsi item ataupun equipment yang ada di dalam game dengan berbagai macam efeknya.

Gameplay Dragon's Dogma 2Setiap musuh atau monster yang dihadapi mempunyai titik kelemahan mereka masing-masing

Tidak sedikit dari monster yang akan kalian hadapi mempunyai kelemahan berdasarkan beberapa unsur tertentu, seperti elemen, debuff, ataupun dampak eksklusif yang benar-benar digunakan untuk monster spesifik.

Maka dari itu, membaca informasi pada item maupun equipment menjadi hal yang tak kalah krusial yang harus diperhatikan. Karena kalian tak pernah tahu bahwa memahami benda-benda tersebut dapat membantu kalian ketika melakukan eksplorasi ataupun menghadapi monster jadi lebih mudah dari sebelumnya.

Penjelasan di atas tetap sebagian mini fitur gameplay yang ada di Dragon’s Dogma 2. Ada banyak sekali fitur-fitur lainnya yang dapat kalian temukan di dalam game yang bahkan menjadi fitur baru atau peningkatan dari game pertamanya.

Jadi kalian dapat coba telusuri sendiri keseruan dari bermain Dragon’s Dogma 2 karena setiap orang mempunyai langkah sendiri untuk menikmati game ini.

Graphic
Graphic Dragon's Dogma 2Graphic

Grafis Dragon’s Dogma 2 menggunakan engine milik Capcom sendiri, adalah RE Engine. Engine tersebut yang digunakan oleh Capcom pada beberapa game andalan mereka, seperti Resident Evil Remake, RE7, RE Village, dan Devil May Cry.

Dragon’s Dogma 2 hadir dengan kualitas yang cukup memuaskan, terlebih dari segi penampilan model watak dan juga monster-monster yang ada. Grafis pada environtment-nya pun sudah pas dengan tema fantasinya disertai dengan pemandangan habitat yang bagus ketika kalian melakukan eksplorasi di bumi open world yang luas.

Music
Music Dragon's Dogma 2Music

Dari segi musik, Dragon’s Dogma 2 hadirkan berbagai macam list soundtrack epik yang bakal dapat kalian dengar saat bermain. Misalnya saja pada saat bertarung, musik yang intens akan diputar dan memberikan suasana semangat bagi Player untuk menghadapi lawannya.

Jika musuh yang dihadapi ialah semacam monster berukuran raksasa, musik yang akan kalian dengar akan semakin membawa suasana semangat. Apalagi saat HP monster tinggal sedikit, musiknya pun akan berubah semakin sigap temponya yang membikin adrenalin Player semakin kencang.

Alunan lagu di beberapa kota dan pedesaan tempat penduduk tinggal menghadirkan alunan musik yang lembut dan lezat didengar. Apalagi suara-suara dari watak NPC yang ada disekitar menambah nuansa hidup tempat tersebut.

Bisa dibilang musik yang ada di game ini menjadi nilai plus tersendiri terlebih dengan nuansa fantasi yang wajib ada di Dragon’s Dogma.

Kesimpulan
Dragon's Dogma 2Dragon’s Dogma 2

Nah, kalian niscaya penasaran apakah game Dragon’s Dogma 2 menjadi game yang worth dimainkan atau tidak. Jawabannya ialah ya, Dragon;s Dogma menjadi game yang worth dimainkan, apalagi kalau kalian mau memainkan game dengan petualangan yang luas, misi yang banyak dan juga membutuhkan waktu lama untuk ditamatkan.

Dragon’s Dogma 2 hadirkan banyak sekali konten yang dapat Player temukan ketika bermain, bagus itu cerita maupun gameplay. Fitur-fitur gameplay yang hadir pun sangat banyak dan tak dapat saya jelaskan satu per satu di artikel ini. Saking banyaknya, kalian sering terlewat beberapa fitur krusial yang rupanya dapat kalian lakukan di dalam game.

Improvisasi dalam bermain pun menjadi elemen krusial di Dragon’s Dogma 2, apalagi ketika menghadapi monster yang susah dikalahkan ataupun memecahkan misteri bagaimana langkah menyelesaikan quest-quest tertentu.

Bahkan saat saya memainkan game ini, waktu main dapat mencapai puluhan jam dan itupun seluruh side quest yang ada belum diselesaikan sebelum ending. Hal ini membuktikan bahwa konten yang ada di Dragon’s Dogma 2 sangat padat dan akan menghabiskan banyak waktu kalian untuk dapat menikmatinya secara menyeluruh.

Dragon's Dogma 2Karakter Pawn sering memberitahukan objek yang dapat diperiksa seperti letak tangga ataupun Chest

Dibalik hal-hal positif yang sudah saya jelaskan, tentu ada beberapa hal yang kurang saya suka di game ini. Seperti UI tracking quest yang terlalu terbelit-belit di menunya. Butuh beberapa jam agar saya dapat terbiasa dengan tampilan UI pada menu Quest dengan Map untuk menunjukkan posisinya.

Selain itu watak Pawn yang dibawa terlalu sensitif dengan apa yang mereka temukan ketika eksplorasi terlebih di kota. Mereka sering memberitahu kalau ada semacam tangga ataupun Chest yang ditemukan di sekitar.

Yang sedikit mengesalkan ialah penunjuk objek yang dimaksud tak sepenuhnya pas ditandai ada dimana, apakah ada di sebelah, di atas, atau malah di bawah. Hal ini membikin saya memutar kamera mana tangga atau Chest yang mereka tunjuk.

Dan tak jarang pula ketika mereka menemukan Chest dan mengambilnya sendiri, penanda objeknya tetap tetap ada di Map sehingga saya membuang-buang waktu keliling sekeliling mencari Chest yang mereka maksud.

Itu saja beberapa hal yang kurang saya suka ketika bermain game Dragon’s Dogma 2. Untuk masalah lain seperti glitch jarang saya alami selama mainnya tetap sebatas wajar dan tak terlalu liar berada di posisi yang dapat menyebabkan.

Dari segi performa game yang dibatasi 30FPS di konsol PS5, sebenarnya tetap dapat diterima bagi saya sendiri. Mengingat game ini menghadirkan banyak objek seperti karakter, monster, ataupun benda-benda sekeliling yang aktif muncul ketika berada di dekat Player.

Saat eksplorasi ataupun bertarung menghadapi musuh, kalian akan mendapatkan performa yang konsisten tanpa mengalami masalah Frame Drop yang terlalu turun. Apalagi kalau kalian menggunakan berbagai macam Magic dengan dampak yang banyak, game tetap dapat menunjukkan performa konsisten saat bermain.

Dragon's Dogma 2Game RPG yang luar biasa dengan segala konten yang ada di dalamnya

Secara garis besar, Dragon’s Dogma 2 sukses memberikan kepuasan bagi gamer sebagai game RPG open world dan juga memuaskan hasrat penggemar Dragon’s Dogma yang sudah lama menantikan game barunya.

Itulah review Dragon’s Dogma 2 dari saya berdasarkan pengalaman pribadi memainkan gamenya. Apakah kalian tertarik memainkan game Dragon’s Dogma 2 saat ini?

Baca juga informasi menarik Gamebrott lainnya terkait Dragon’s Dogma 2 atau artikel lainnya dari Muhammad Faisal. For further information and other inquiries, you can contact us via author@gamebrott.com.