Minat Terhadap Apple Vision Pro Diketahui Menurun, Ada Apa?

Sedang Trending 2 tahun yang lalu 81

Apa mungkin bumi belum siap dengan kehadiran Spatial Computing ala Apple. Pasalnya, hype yang dibangun oleh Cupertino ini terlihat sudah mulai meredup. Produk yang baru rilis beberapa bulan terakhir ini sepertinya tak lagi mendapatkan perhatian dari calon pengguna baru.

Sekilas, Vision Pro memang terlihat sangat canggih. Banyak yang memuji pendekatan seperti ini hanya bisa dilakukan oleh seorang Apple. Tapi, banyak juga yang merasa enggan meminang headset seharga $3500 ini, kenapa ya?

Minat Terhadap Apple Vision Pro Sudah Mulai Meredup
minat terhadap apple vision proDemand menurun?

Melansir Mark Gurman dari Bloomberg, sepertinya minat pasar terhadap Apple Vision Pro sudah mulai habis energinya. Semenjak perilisan hingga saat ini, semakin sedikit orang yang datang mencoba unit demo Vision Pro dan juga yang membeli unitnya.

Minat terhadap unit demo semakin menurun. Mereka yang punya janji temu kebanyakan tak hadir dan penjualan, setidaknya pada beberapa lokasi, kadang hanya terjual beberapa unit per hari tiba terburuknya beberapa per minggu. Apple juga harus meningkatkan marketing di halaman homepage online mereka. Ada promo besar di halaman depan mereka saat ini.

Mark Gurman Banyak yang Menduga Harga yang Terlampau Tinggi Jadi Alasan
apple vision proHarga yang setara 3 iPhone Pro series

Tak dapat dipungkiri, headset canggih ini tidaklah murah. Dengan banderol harga $3500 untuk base model berkapasitas internal 256GB, tak mengherankan kalau tetap banyak yang enggan untuk mengadopsi teknologi Spatial Computing dari Apple.

Buat anda yang pengen topup Google Play, Steam Wallet, PlayStation Network, ataupun Nintendo eShop yang paling murah dan terjamin, coba cek RRQ TopUp ya! Jangan lupa juga, gunakan kode voucher “GAMEBROTT” di RRQ TopUp untuk dapet potongan harga spesial lakukan kamu.

Ditambah lagi sudah banyak kasus mengenai kaca depan yang gampang retak. Pengguna harus membayar harga lumayan tinggi untuk memperbaikinya kalau tak berlangganan Apple Care.

Belum lagi beberapa pengguna yang sudah terlanjur membeli mengeluh sedikitnya hal yang dapat dilakukan dengan Vision Pro. Dalam jangka waktu sehari atau dua hari saja sudah membikin pengguna merasa jenuh mengenakannya.

Mungkin Apple perlu merilis varian lebih terjangkau kalau mau pengguna mengadopsi teknologi keren ini. kalau tidak, kemungkinan besar pengguna akan tetap loyal dengan iPhone dan MacBook mereka saja.

Dapatkan informasi keren di Gamebrott terkait Tech atau artikel sejenis yang tak kalah seru dari Andi. For further information and other inquiries, you can contact us via author@gamebrott.com.