Kurang Laku, Apple Dikabarkan Pangkas Produksi Vision Pro

Sedang Trending 2 tahun yang lalu 72

Hype Apple Vision Pro sepertinya hanya memperkuat kurang dari 2 bulan sejak peluncuran headset mixed reality canggih tersebut. Produk teranyar Apple ini memang tak ada musuh dari segi komputasi dan harga.

Minggu-minggu pertama ditandai dengan banyaknya reviewer yang mencoba headset canggih ini dengan sederetan video review. Tak jarang juga ada beberapa pengguna yang mencobanya bepergian keluar rumah. Tapi, kok tampaknya semakin kesini hype semakin menipis ya?

Apple Dikabarkan Kurangi Produksi Vision Pro
produksi vision proHeadset lintas realitas Apple Vision Pro

Kabar ini datang dari analis terkenal Ming-Chi Kuo yang selalu dapat memberikan analisis pas langkah Apple kedepannya. Menurut Kuo, Apple telah memangkas produksi unit Vision Pro yang aslinya akan berjumlah 800 ribu unit di tahun 2024.

Angka tersebut dipangkas menjadi sekeliling 400 ribu tiba 450 ribu unit saja. Keputusan tersebut disebut diambil Apple pas sebelum headset lintas realitas dimaksud rilis untuk pasar luar Amerika Serikat.

Hal ini ditandai dengan menurunnya minat pasar AS terhadap headset seharga $3500 ini menurut sumber lain. Performa yang jelek di pasar juga berarti Apple berkemungkinan untuk menunda perilisan unit upgrade di tahun 2025 nanti.

Buat anda yang pengen topup Google Play, Steam Wallet, PlayStation Network, ataupun Nintendo eShop yang paling murah dan terjamin, coba cek RRQ TopUp ya! Jangan lupa juga, gunakan kode voucher “GAMEBROTT” di RRQ TopUp untuk dapet potongan harga spesial lakukan kamu.

Alasan Ketidakpopuleran Apple Vision Pro Sudah Jelas
Apple Wwcd23 Vision Pro Visionos 230605Mahal dan kurang mengerti faedahnya

Tak perlu analis yang mengerti pun sudah dapat disimpulkan kalau unit penjualan Vision Pro tak akan tinggi. Harga yang terlampau tinggi menciutkan niat sebagian besar orang untuk meminang headset canggih Apple ini.

Tak hanya itu, beberapa pengguna atau calon pengguna juga beranggapan kalau unit headset tersebut terlalu bongsor dan susah rasanya untuk mengenakannya berlama-lama. Ditambah, baterai yang ditawarkan juga hanya bisa mentenagai unit sekeliling 2 jam saja.

Jadi, sangat wajar kalau pembeli produk ini hanyalah mereka yang penasaran, punya uang berlebih, atau hanya sekadar reviewer yang mengincar hype trend untuk dapatkan cuan. Apple sepertinya tetap perlu banyak bebenah lagi kesemua aspek ini kalau mau produk tersebut terjual layaknya iPhone mereka.

Dapatkan informasi keren di Gamebrott terkait Tech atau artikel sejenis yang tak kalah seru dari Andi. For further information and other inquiries, you can contact us via author@gamebrott.com.